Boateng Kenang Kebodohonnya Beli tiga Mobil di dalam Sehari

Kevin Prince Boateng sejauh ini tersohor menjadi pesepak bola yang sering memamerkan kekayaannya. Malahan ia sempat membikin geger Inggris ketika membeli 3 mobil di dalam sehari.

Dia mendatangkan 3 mobil di dalam sehari kala baru saja gabung Tottenham Hotspur 2007 lalu. Mendapat bayaran tinggi di sana, Boateng segera kalap sampai tanpa memikirkan panjang segera membeli Lamborghini, Hummer, dan Cadillac di hari yang sama.

Boateng pun mengingat ‘kegilaannya’ ini sebagai sebuah kebodohan. Dia mengakui di umurnya yang tengah muda kala itu, ia memang tidak dapat menahan diri untuk menghabsikan duit yang diperoleh dari sepakbola.

“Saya amat bodoh kala mengenang insiden ini. Aku memiliki bakat, namun aku latihan amat minim, cuma 1 jam di gelanggang. Aku tiba paling terakhir dan kembali tercepat. Aku nyaris tak memiliki kawan sebab kebiasaan jelek ini, ” tutur Boateng menurut dilansir Football5star. com dari La Repubblica, Rabu (11/9).

“Saya memiliki duit, aku hidup kayak sosok raja. Aku membeli 3 mobil di dalam sehari kala hadir di Tottenham. Lamborghini, Hummer, dan Cadillac. Untuk bintang-bintang muda, aku berkata pada kalian ‘Anda tak dapat membeli kebahagiaan’. Ini amat bodoh, ” dia melanjutkan.

Karier bintang yang sekarang berjersey Fiorentina di Tottenham Hotspur saat tersebut tidaklah cemerlang. Sepanjang 2 kompetisi musim di sana, pemain berposisi gelandang 32 tahun cuma main 24 kali tanpa menyarangkan 1 goal juga.

Benitez Ungkap Sebab Meninggalkan Newcastle

Rafael Benitez mengemukakan sebab mengapa mengambil keputusan tak tinggal di Newcastle United. Benitez di dalam pesan perpisahan menyatakan dia dan manajemen tim tak punya kesamaan visi.

Rafael Benitez mau tinggal dan berharap memperoleh kesepakatan kontrak jangka lama. Tapi manajemen tim tak membeberkan visi tim hingga membuat dirinya mengambil keputusan angkat kaki kala kesepakatan kontraknya berkahir.

“Semakin pasti untuk aku jika mereka yang ada di pucuk tim tak punya visi yang serupa, ” beber Benitez mengenani manajemen tim.

Benitez yang berumur 59 tahun pergi dari St. James Park pekan kemarin usai menuntaskan kesepakatan kontrak 3 tahun bekerja. Dia sukses mengantarkan Newcastle jawara Divisi Championship dan menjaga The Magpies tinggal di Liga Premier Inggris.

“Saya mau tinggal, namun aku tak cuma mau mengambil perpanjang kesepakatan kontrak, aku mau jadi salah satu bagian dari proyek, ” tutur Benitez di dalam surat terbuka pada penggenmar Newcastle.

“Saya amat sedih mengenai hal tersebut, namun untuk sesaat aku tak menangisi keputusan aku untuk bergabung menuju Tyneside dan aku amat bangga dengan apa yang kami capai bareng, ” tutur Benitez diberitakan BBC dilansir Football5star. com.

Rafael Benitez diangkat Newcastle United pada kompetisi musim 2015-16 saat Liga Inggris tersisa sepuluh laga. Musim tersebut dia tidak berhasil menyelamatkan The Magpies tinggal di Liga Inggris namun dia sukses mengantarkan Newcastle naik kasta usai satu musim di Divisi Championship.

Unai Emery Alihkan Fokus Arsenal menuju Liga Europa

Juru tak-tik Arsenal, Unai Emery, mulai mengganti target menuju Liga Europa tentang usaha main di Liga Champions kampanye musim selanjutnya. Penyebabnya ialah 3 kekalahan berturut-turut yang diderita di Liga Inggris.

Arsenal balik lagi kalah 0-3 kala menyambangi kamp Leicester City di Stadion King Power, Pekan (28/4/2019) malam WIB. 3 skor itu sendiri-sendiri dibukukan Yoeri Tielemans dan dua gol Jamie Vardy.

Hasil negatif itu membikin Arsenal menuai 4 kekalahan di dalam 5 laga terbaru di Premier League. Malahan, 3 di antaranya berlangsung dengan cara berturut-turut.

Deretan kekalahan itu makin menyulitkan tim bimbingan Unai Emery untuk dapat berakhir di tempat empat besar. Sekarang, mereka menduduki tempat ke 5 dengan koleksi 66 angka.

Tertinggal 4 angka dari Tottenham Hotspur di tempat ke 3. Chelsea jua memiliki kesempatan menjauh 4 angka sebab belum memainkan pertandingan minggu ke-36 vs Manchester United.

Kondisi itu membikin Emery mulai pesimistis dengan kesempatan kesebelasan beralias The Gunners. Khususnya melaju menuju Liga Champions lewat klasemen Liga Inggris.

Sekarang, dia pun memusatkan perhatian Pierre-Emerick Aubameyang dkk menuju Liga Europa. Sekarang, mereka telah sampai di semi-final dan tetap butuh menghajar Valencia apabila mau menuju ke laga pamungkas.

“Kami bakal berpikir tentang Valencia di Liga Europa. Kami memiliki ambisi raksasa di turnamen ini. Laga bakal sukar sebab ini semi-final, ” tutur Emery dilansir Football5star. com dari situs resmi Arsenal.

“Kepercayaan diri kami dapat naik, dapat turun. Tapi, yang sangat vital ialah kami punya pikiran dan cara yang pasti. Kami mesti berpikir dan menjalani persiapan menghadapi pertandingan semi-final ini dengan cara paling baik, ” jelasnya.

Mantan Gelandang Spurs Ogah Tukar Eriksen dengan Hazard ataupun Pogba

Eks gelandang Tottenham Hotspur, Darren Anderton, mengatakan tak mau menukar Christian Eriksen dengan Eden Hazard ataupun Paul Pogba.

Anderton mengaku jika Hazard serta Pogba adalah 2 bintang level dunia yang punya kemampuan tinggi. Meski begitu, ia memandang fungsi Eriksen untuk Spurs tak tergantikan oleh bintang lainnya.

“Tidak terdapat bintang yang kayak dirinya (Christian Eriksen). Hazard dapat berbuat hal-hal yang mengesankan serta membuat serangan kesebelasan mirip yang dikerjakan Pogba pada United. Tapi, aku takkan menukar Eriksen dengan bintang manapun, ” tutur Anderton, sebagaimana ditulis Goal.

“Para pendukung Spurs panik jika ia tak dapat berbuat ini di dalam pertandingan-pertandingan raksasa, namun aku tak sekalipun merasa begitu, ” katanya.

“Ketika Spurs berlaga baik, ini pada umumnya berlangsung karena ia. Ia punya kualitas membuat assist yang menjadikannya bintang level dunia serta aku bahagia menyaksikan performanya, ” kata Anderton.

Eriksen sudah membela Spurs semenjak musim panas 2013. Playmaker tim nasional Denmark itu direkrut dari Ajax Amsterdam dengan biaya transfer 12, 15 juta poundsterling.

Sejauh berjersey The Lilywhites, Eriksen sudah menjalani 264 laga bersama raihan 63 goal serta 81 assist pada banyak turnamen. Tapi, bintang berumur 27 tahun ini tidak pernah memenangkan penghargaan bareng tim dari London Utara itu.

Tottenham Hotspur dikabarkan terancam kehilangan Christian Eriksen di bursa transfer musim panas tahun yang akan datang. Barcelona serta Real Madrid dikatakan berminat guna mendatangkan playmaker Spurs itu.

Presiden Lyon Ungkap Alasan Tidak berhasil Pulangkan Benzema

Presiden Olympique Lyonnais, Jean-Michel Aulas, mengakui sempat mengadakan pembicaraan dengan Real Madrid guna merekrut Karim Benzema di musim panas yang lalu. Meski begitu, Lyon tidak berhasil memulangkan Benzema karena sebab keuangan.

Benzema merupakan seorang yang khusus bagi Lyon. Setelah mengorbit bersama akademi Les Gones, striker dari Prancis ini dipromosikan menuju tim senior pada 2004. Selama berjersey Lyon, Benzema sukses mengoleksi 66 gol serta 27 umpan dari 148 penampilan pada berbagai turnamen. Dia ikut membantu Les Gones mendapat empat piala Ligue satu, satu piala Coupe de France serta dua piala Piala Super Prancis.

Benzema meninggalkan Lyon pada Juli 2009. Bintang yang sekarang berusia 31 tahun itu hijrah ke Real Madrid dengan biaya transfer 35 juta euro.

“Tentu saja akan menyenangkan dapat memiliki ia (Karim Benzema) kembali, ” ujar Aulas pada Tout Le Sport.

“Kami membahas itu sebab dia merasa untuk pindah pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Tapi, secara keuangan, kami tak mampu merealisasikan transfer. Rombongan saya mencoba bernegosiasi dengan agen dia, namun tidak bisa sampai titik temu, ” tutur Presiden Olympique Lyonnais itu.

Mantan Ujung Tombak Madrid Sebut Bale Tak Pantas Gantikan Ronaldo

Bekas punggawa Real Madrid, Predrag Mijatovic, menyatakan jika Gareth Bale tidak pantas disebut-sebut jadi suksesor Cristiano Ronaldo. Hal itu dia keluarkan usai Bale lagi-lagi dihantam cedera dalam laga kontra Villarreal (4/1).

Setelah keberangkatan Ronaldo, Bale bisa memperlihatkan perkembangan performa. Striker dari Wales tersebut sukses menyarangkan sepuluh goal melalui 23 performanya di semua ajang musim ini. Tapi, dia lagi-lagi dihantam cedera serta mesti digantikan saat laga sudah berjalan hingga menit ke-45 dalam laga kontra Villarreal.

“Saya amat menyayangkan talentanya. Jujur, aku amat menyukainya. Namun, ia tidak layak disebut-sebut menjadi kapten Real Madrid pasca kepindahan Cristiano Ronaldo. Terlebih dia cukup sering dihantam cedera,” tutur Mijatovic dilansir melalui Diario AS.

Di dalam peluang yang serupa, Mijatovic pun menyatakan jika Los Blancos memperlihatkan performa yang menyedihkan di kampanye musim ini. Dia menilai jika Luka Modric dkk cuma bisa memperlihatkan performa yang bagus pada babak pertama di tiap-tiap laga.

“Saya sedih menyaksikan performa Real Madrid kampanye musim ini. Mereka bisa menunjukkan performa yang lumayan bagus di babak pertama di tiap-tiap laga. Tapi, mereka langsung lenyap pada fase ke 2 serta gagal meneruskan momentum, ” tutur Mijatovic.

“Saya pikir, mereka tidak bakal merekrut pemain anyar pada bulan Januari ini. Bakal amat sukar memburu bintang yang langsung dapat memperlihatkan performa paling bagusnya di musim dingin,” tutup bekas punggawa tim nasional Yugoslavia tersebut.

Menurut Ranieri, Ronaldo Seperti Maradona

Menurut Ranieri, Ronaldo Seperti Maradona

Juru tak-tik dari Italia, Claudio Ranieri, menganggap kehadiran Cristiano Ronaldo menuju Juventus berdampak besar buat Liga Italia Serie A, sebagaimana yang dikerjakan Diego Maradona pada era yang lalu.

Ronaldo gabung bersama Juventus usai dibeli senilai 100 juta € melalui Real Madrid di penghujung kompetisi kemarin. Kedatangan Ronaldo membikin Juventus jadi unggulan buat mengklaim gelar Liga Champions.

Lebih lanjut, Ronaldo disebut menjadikan Liga Italia Serie A balik lagi dipandang usai terpuruk karena banyak skandal pengaturan score. Sejauh ini, CR7 telah menyarangkan 7 goal dari 12 pertandingan bareng Juventus.

“Saya kira itu sama sebagaimana saat Diego Maradona gabung bersama Napoli dan menolong sepakbola Italia keluar dari krisis. Si Nyonya Tua mengamankan kudeta yang mengesankan serta menunjukkan satu kali lagi mereka setingkat lebih berkembang dari semua orang,” tutur Ranieri pada acara RAI Sport Rabona.

Ranieri pun membicarakan tentang AC Milan yang tidak juga konsisten dibawah asuhan Gennaro Gattuso.

“Saya tak merasa Milan ada di dalam situasi negatif sebagaimana yang orang ucapkan. Gattuso mengerjakan tugas dengan bagus, mencari tahu permainan dengan bagus serta tak pernah mempertahankan diri. Ia paham apakah yang seharusnya dikerjakan,” Ranieri melanjutkan.

Scholes: Messi Pun Akan Kesulitan jika Gabung MU Sekarang

Legenda Manchester United, Paul Scholes, menyatakan jika Lionel Messi pun bakal memperoleh problem jika tampil dalam Setan Merah sekarang.

Paul Scholes memang sering menyuarakan kecaman kepada Manchester United. Menjadi satu dari sekian banyak legenda tim, dia jelas tidak mau Manchester United kerap meraih pencapaian jelek.

Terus kali dia memberi cibiran kepada bintang-bintang ataupun manajer Jose Mourinho. Kali itu Scholes mengaku jika sesungguhnya tersedia yang salah bersama tim Manchester United sekarang.

“Mourinho tetap masih juru tak-tik baik, ” tutur Scholes, diberitakan BolaSport. com melalui ESPN.

“Andai rombongan saya bisa mendatangkan Lionel Messi, ia pun bakal punya masalah bersama kesebelasan ini, ” kata lelaki berambut pirang itu. Scholes lantas memberikan contoh 2 bintang Manchester United yang anggapannya ada masalah.

“Saya bakal benci jika benar tersedia bintang yang sesungguhnya ingin bermain negatif, namun Pogba menjadi misalnya, dia coba yang paling baik serta 5 menit lantas ia bakal berbuat hal negatif. Kamu paham arogansinya bakal datang, ” kata Scholes.

“Saya tidak dapat menyaksikan Alexis Sanchez menjadi bintang United, ia egois serta bermain untuk diri sendiri. Ditambah aku tidak merasa dia bintang yang rombongan saya perlukan sekarang, ” tutur Scholes sedang.

Kampanye musim itu, melalui 8 pertandingan pada Liga Inggris, Manchester United menduduki tempat ke 8 klasemen sedangkan.

Keduanya memborong 13 poin pencapaian 4 hasil positif, satu kali seri, serta 3 hasil negatif.

Ini Penyebab Nikola Kalinic Gagal di AC Milan

Bekas striker AC Milan, Nikola Kalinic, mengatakan kenapa dia bisa tidak berhasil kala memperkuat kesebelasan dari Kota Milan itu.

Pada bursa transfer musim panas tahun lalu, Nikola Kalinic hadir menuju AC Milan melalui Fiorentina dengan status dipinjamkan bersama pilihan perekrutan permanen. Bergabung dengan tujuan besar, Nikola Kalinic tidak berhasil menunjukkan performa paling bagusnya.

Sampai akhir musim, Kalinic cuma menyarangkan 6 goal dari 31 pertandingan yang dia lakoni di ajang kompetisi Serie A Italia. Hal itu membuat AC Milan tidak memermanenkan striker dari Kroasia itu.

Kalinic lantas dilego Fiorentina menuju Atletico Madrid di awal kampanye musim itu. Sekarang Kalinic mulai mengatakan alasan kenapa dia bisa tidak berhasil saat di AC Milan.

Menurut Kalinic, setidak-tidaknya tersedia 3 sebab yang menyebabkan hal tersebut. “Untuk aku, itu benar-benar sukar, ” tutur Kalini. “Saya tidak dapat melakukan pra-musim bareng klub, aku latihan sendiri menanti transfer pemain pada berlangsung.

“Saya hadir saat musim telah dibuka. Lalu, aku memiliki beberapa soal fisik, ” sambung Kalinic.

Terakhir, bekas striker Blackburn Rovers ini menyalahkan banyaknya bintang baru yang direkrut Milan di awal kampanye musim itu.

“Milan merupakan tim raksasa yang dahulu terbiasa memenangkan pertandingan serta kompetitif guna memperebukan piala serta mau hasil instan. Namun begitu, 11 bintang baru hadir serta ini perlu waktu guna membuat sesuatu, ” tutur Kalinic.

Walau gagal, Kalinic sama sekali tidak memendam dendam kepada Milan serta meminta kesebelasan Merah-Hitam dari Wilayah Milan ini berhasil pada masa mendatang. “Saya mau yang paling baik guna Milan. Mereka layak kompetitif guna Liga Champions, ” kata Kalinic lagi.

Sanchez Jadi Korban Baru Nomor Punggung 7 Manchester United

Nomor jersey tujuh di Manchester United sepertinya kembali memakan sasaran, dan kali ini Alexis Sanchez yang jadi korbannya.

Semua kritikan mengiringi perjalanan Sanchez di kampanye musim ini bersama Manchester United.

Dari 6 performa di seluruh turnamen musim ini, striker asal Cile ini tidak bisa bikin 1 goal juga.

Penampilan Sanchez di 2017-2018, kampanye musim pertamanya bareng Setan Merah, pun tidak terbilang keren. Dia hanya bisa mencetak tiga gol melalui 18 pertandingan.

Apa itu dampak dari nomor jersey tujuh yang dikenakan sang juru gedor? Dahulu, nomor tujuh di United tersohor menjadi nomor keramat. Kini, nomor itu ibarat pembawa petaka.

George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, David Beckham, dan Cristiano Ronaldo merupakan sederet bintang yang cemerlang bareng United dengan mengenakan angka sakral di belakang.

Usai jaman Ronaldo berlalu, United tidak memiliki lagi bintang nomor tujuh berbakat. Bintang yang mengenakan nomor ini malah main dibawah standar.