Mantan Ujung Tombak Madrid Sebut Bale Tak Pantas Gantikan Ronaldo

Bekas punggawa Real Madrid, Predrag Mijatovic, menyatakan jika Gareth Bale tidak pantas disebut-sebut jadi suksesor Cristiano Ronaldo. Hal itu dia keluarkan usai Bale lagi-lagi dihantam cedera dalam laga kontra Villarreal (4/1).

Setelah keberangkatan Ronaldo, Bale bisa memperlihatkan perkembangan performa. Striker dari Wales tersebut sukses menyarangkan sepuluh goal melalui 23 performanya di semua ajang musim ini. Tapi, dia lagi-lagi dihantam cedera serta mesti digantikan saat laga sudah berjalan hingga menit ke-45 dalam laga kontra Villarreal.

“Saya amat menyayangkan talentanya. Jujur, aku amat menyukainya. Namun, ia tidak layak disebut-sebut menjadi kapten Real Madrid pasca kepindahan Cristiano Ronaldo. Terlebih dia cukup sering dihantam cedera,” tutur Mijatovic dilansir melalui Diario AS.

Di dalam peluang yang serupa, Mijatovic pun menyatakan jika Los Blancos memperlihatkan performa yang menyedihkan di kampanye musim ini. Dia menilai jika Luka Modric dkk cuma bisa memperlihatkan performa yang bagus pada babak pertama di tiap-tiap laga.

“Saya sedih menyaksikan performa Real Madrid kampanye musim ini. Mereka bisa menunjukkan performa yang lumayan bagus di babak pertama di tiap-tiap laga. Tapi, mereka langsung lenyap pada fase ke 2 serta gagal meneruskan momentum, ” tutur Mijatovic.

“Saya pikir, mereka tidak bakal merekrut pemain anyar pada bulan Januari ini. Bakal amat sukar memburu bintang yang langsung dapat memperlihatkan performa paling bagusnya di musim dingin,” tutup bekas punggawa tim nasional Yugoslavia tersebut.

Menurut Ranieri, Ronaldo Seperti Maradona

Menurut Ranieri, Ronaldo Seperti Maradona

Juru tak-tik dari Italia, Claudio Ranieri, menganggap kehadiran Cristiano Ronaldo menuju Juventus berdampak besar buat Liga Italia Serie A, sebagaimana yang dikerjakan Diego Maradona pada era yang lalu.

Ronaldo gabung bersama Juventus usai dibeli senilai 100 juta € melalui Real Madrid di penghujung kompetisi kemarin. Kedatangan Ronaldo membikin Juventus jadi unggulan buat mengklaim gelar Liga Champions.

Lebih lanjut, Ronaldo disebut menjadikan Liga Italia Serie A balik lagi dipandang usai terpuruk karena banyak skandal pengaturan score. Sejauh ini, CR7 telah menyarangkan 7 goal dari 12 pertandingan bareng Juventus.

“Saya kira itu sama sebagaimana saat Diego Maradona gabung bersama Napoli dan menolong sepakbola Italia keluar dari krisis. Si Nyonya Tua mengamankan kudeta yang mengesankan serta menunjukkan satu kali lagi mereka setingkat lebih berkembang dari semua orang,” tutur Ranieri pada acara RAI Sport Rabona.

Ranieri pun membicarakan tentang AC Milan yang tidak juga konsisten dibawah asuhan Gennaro Gattuso.

“Saya tak merasa Milan ada di dalam situasi negatif sebagaimana yang orang ucapkan. Gattuso mengerjakan tugas dengan bagus, mencari tahu permainan dengan bagus serta tak pernah mempertahankan diri. Ia paham apakah yang seharusnya dikerjakan,” Ranieri melanjutkan.

Scholes: Messi Pun Akan Kesulitan jika Gabung MU Sekarang

Legenda Manchester United, Paul Scholes, menyatakan jika Lionel Messi pun bakal memperoleh problem jika tampil dalam Setan Merah sekarang.

Paul Scholes memang sering menyuarakan kecaman kepada Manchester United. Menjadi satu dari sekian banyak legenda tim, dia jelas tidak mau Manchester United kerap meraih pencapaian jelek.

Terus kali dia memberi cibiran kepada bintang-bintang ataupun manajer Jose Mourinho. Kali itu Scholes mengaku jika sesungguhnya tersedia yang salah bersama tim Manchester United sekarang.

“Mourinho tetap masih juru tak-tik baik, ” tutur Scholes, diberitakan BolaSport. com melalui ESPN.

“Andai rombongan saya bisa mendatangkan Lionel Messi, ia pun bakal punya masalah bersama kesebelasan ini, ” kata lelaki berambut pirang itu. Scholes lantas memberikan contoh 2 bintang Manchester United yang anggapannya ada masalah.

“Saya bakal benci jika benar tersedia bintang yang sesungguhnya ingin bermain negatif, namun Pogba menjadi misalnya, dia coba yang paling baik serta 5 menit lantas ia bakal berbuat hal negatif. Kamu paham arogansinya bakal datang, ” kata Scholes.

“Saya tidak dapat menyaksikan Alexis Sanchez menjadi bintang United, ia egois serta bermain untuk diri sendiri. Ditambah aku tidak merasa dia bintang yang rombongan saya perlukan sekarang, ” tutur Scholes sedang.

Kampanye musim itu, melalui 8 pertandingan pada Liga Inggris, Manchester United menduduki tempat ke 8 klasemen sedangkan.

Keduanya memborong 13 poin pencapaian 4 hasil positif, satu kali seri, serta 3 hasil negatif.